Sragen-Niaga Post– Petani di Desa Pengkok, Kecamatan Kendawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kini tak lagi bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) maupun gas LPG untuk mengairi sawah. Mereka beralih menggunakan pompa air bertenaga surya yang terbukti mampu menekan biaya produksi hingga 40 persen.
Pompa air tenaga surya ini dirancang dengan delapan panel surya berkapasitas total 4.400 watt. Tenaga listrik yang dihasilkan mampu menyedot air dari kedalaman 40 meter untuk mengairi lahan seluas lima hektar.
Inovasi ini bermula dari ide menantu kepala desa yang memiliki keahlian di bidang elektronik. Dengan modal sekitar Rp35 juta, ia berhasil mengembangkan sistem pompa irigasi ramah lingkungan berbasis energi terbarukan.
“Alhamdulillah, sejak menggunakan panel surya ini kebutuhan air tercukupi, terutama di musim kemarau. Tidak perlu lagi membeli BBM atau gas, cukup memanfaatkan sinar matahari,” ujar salah satu petani setempat.
Selain menghemat biaya, penggunaan energi surya juga berdampak positif terhadap lingkungan. Dengan pemanfaatan energi bersih ini, petani tidak hanya mendapatkan hasil panen yang lebih baik, tetapi juga ikut menjaga kelestarian alam.
Kreativitas warga Desa Pengkok ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi petani di daerah lain untuk mulai beralih ke energi terbarukan dalam mengelola lahan pertanian.

