Setiap Tahun di Tenggarong 250 Siswa Putus ke Jenjang SLTA

Kukar, NPC – Jumlah siswa yang tidak melanjutkan ke jenjang SLTA di Kukar terbilang tinggi. Setiap tahun tercatat tak kurang dari 250 siswa SLTP putus melanjutkan ke jenjang SLTA. Data tersebut dipaparkan anggota Komisi IV DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry, pasca rapat bersama jajaran Kantor Cabang Diknas Kaltim Wilayah III , Kamis (6/3). Data itu kemudian menjadi bahasan dalam Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di Kantor Diknas Kaltim Tenggarong pada hari yang sama.

Sarkowi (tiga dari kiri) foto bersama jajaran Dik nas Kaltim Tenggarong.

“Dari data Diknas Kaltim cabang Kukar, angka putus sekolah SLTP yang tidak lanjut SLTA di Tenggarong (Kukar) mencapai rata – rata 250 anak per tahun. Angka itu paling tinggi terjadi di Kecamatan Tenggarong,” papar Sarkowi.

Dikatakan Sarkowi, masa penerimaan siswa baru setiap tahunnya acap memusingkan banyak pihak. Orangtua bingung berlomba memasukkan anaknya ke sekolah negeri sementara kuota terbatas. Begitu pula pihak sekolah dan dinas tak kalah pusingnya menghadapi keluhan dan komplain orangtua yang anaknya gagal diterima. Kendati ada mekanisme penerimaan siswa berdasarkan zonasi tempat tinggal atau domisili, prestasi, mutasi dan afirmasi, kalau jumlah sekolah tak memadai tetap saja akan menjadi persoalan yang berkepanjangan tanpa solusi.

“Harus ada percepatan soal ini,” tegas anggota dewan Kaltim dari Fraksi Golkar Dapil Kukar ini.

Pendapat Sarkowi itu dilontarkan sebagai respon tingginya animo masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah negeri.

Bahkan di lapangan ditemukan fakta ada sebagian lulusan SLTP memilih tidak lanjut sekolah kalau tidak diterima di sekolah negeri.

“Setiap saya reses sebagai anggota DPRD Kaltim, saat ke Tenggarong aspirasi itu terus muncul. Kami mau eksekusi cepat soal ini,” pungkas Sarkowi. (riz/ist)

Editor : Luk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *