Lunturnya Adab : Ketika Pemakaman Kini Menjadi Tempat Joget

Hampir di setiap sudut kehidupan hari ini, fenomena TikTok menjadi pemandangan biasa. Anak-anak hingga remaja bersemangat mengikuti berbagai tren joget viral, dari rumah, sekolah, hingga mall. Joget yang awalnya sekadar bentuk hiburan kini perlahan bertransformasi menjadi budaya harian, sebuah fenomena sosial yang kerap mengabaikan nilai adab dan norma.

Perlu digarisbawahi, joget atau menari pada dasarnya bukanlah sebuah masalah. Ia adalah bagian dari ekspresi diri dan hiburan yang sah-sah saja dilakukan, sepanjang ditempatkan dalam konteks yang tepat. Namun yang mengkhawatirkan adalah ketika budaya joget ini berubah menjadi semacam “wabah,” di mana setiap momen dan tempat dijadikan panggung tanpa mempertimbangkan kesopanan, situasi, dan nilai-nilai budaya yang seharusnya dijunjung.

Bahkan, saking besarnya euforia berjoget demi konten, pemakaman pun kini tidak luput dijadikan lokasi untuk membuat video TikTok. Viral di media sosial, sekelompok remaja terekam berjoget di atas tanah pemakaman, mengabaikan sepenuhnya adab yang seharusnya melekat dalam suasana duka dan penghormatan terakhir bagi almarhum. Pemandangan semacam ini bukan hanya mencederai rasa hormat terhadap yang telah tiada, tetapi juga menandai rapuhnya kesadaran akan nilai adab dalam benak sebagian generasi muda.

Peristiwa ini seharusnya menjadi alarm bagi kita semua, terutama para orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat, untuk kembali menanamkan pentingnya etika dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Dunia boleh berubah, teknologi boleh berkembang, namun adab adalah fondasi yang tidak boleh hilang dalam arus perubahan zaman.

Mirisnya, di tengah gelombang budaya joget ini, minat terhadap kegiatan literasi seperti membaca buku semakin menurun drastis. Generasi muda yang dulu dikenal akrab dengan dunia baca-tulis kini lebih tergoda untuk menghabiskan waktu berjam-jam mempelajari koreografi viral daripada membaca satu bab buku. Akibatnya, bukan hanya aspek moral yang tergerus, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kepekaan sosial, dan kualitas intelektual mereka ikut terancam.

Jika kebiasaan ini terus dibiarkan tanpa kontrol dan arahan, maka bukan tidak mungkin kita akan melahirkan generasi yang lemah dalam pemikiran dan kosong dalam nilai. Generasi yang lebih mengutamakan sensasi daripada esensi, lebih mementingkan viralitas daripada nilai-nilai luhur kehidupan.

Sebenarnya, pilihan untuk berjoget sebagai sarana hiburan adalah hak setiap individu. Namun, konteks tetap menjadi kunci utama. Ada tempat dan waktu yang patut dijaga. Sebagai wanita apapun latar belakang agamanya sudah semestinya kita menjaga marwah diri. Marwah bukan hanya soal pakaian atau penampilan, tetapi juga perilaku, kesadaran sosial, dan sikap menghargai norma yang berlaku.

Tidak sedikit wanita muda hari ini yang dengan bangga mengunggah video joget di berbagai tempat tanpa mempertimbangkan pantas atau tidaknya konteks tersebut. Padahal, sikap yang santun dan beradab bukan hanya mencerminkan penghormatan terhadap diri sendiri, tetapi juga menghormati orang lain dan lingkungan sekitar.

Masyarakat kita tengah dihadapkan pada tantangan besar: bagaimana membimbing generasi yang lahir dan besar dalam arus digital untuk tetap memiliki nilai-nilai luhur bangsa. Tugas ini tentu tidak ringan. Dibutuhkan peran aktif dari semua pihakkeluarga, sekolah, media, hingga para influencer yang hari ini menjadi panutan generasi muda.

Joget TikTok mungkin bisa menjadi hiburan, tetapi jangan biarkan budaya adab dan literasi mati perlahan di tangan kita sendiri. Generasi yang hebat bukan hanya generasi yang pandai menari mengikuti tren, tetapi juga generasi yang mampu menjaga norma, memahami konteks, dan mengasah pikirannya melalui literasi dan refleksi diri.

Kita boleh bergerak mengikuti zaman, tetapi nilai adab seharusnya tetap menjadi pijakan yang tidak pernah lekang oleh waktu.(*)

penulis : Ririe Aiko

sumber : https://www.kompasiana.com/erika37118/680cc86ced641554ad3873e3/lunturnya-adab-ketika-pemakaman-kini-menjadi-tempat-joget?page=2&page_images=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *