Indonesia Bangun Kekuatan AL dengan Dukungan Negara Adidaya

Jakarta, – Kabar mengenai modernisasi kekuatan angkatan laut Indonesia semakin berhembus kencang. Terbukti, beberapa situs berita asing sampai menyoroti upaya modernisasi yang dilakukan Indonesia pada kekuatan angkatan lautnya ini.

Misalnya menurut Defense News, Indonesia berhasil mencapai kesepakatan senilai 1,27 miliar dollar AS dengan Grup Fincantieri Italia. Dalam kesepakatan itu, Indonesia membeli dua kapal patroli serba guna yang dikenal dengan sebutan PPA Paolo Thaon.

Menurut laporan media tersebut, dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan perubahan situasi internasional dan geostrategi, Indonesia semakin fokus pada penguatan keamanan jalur laut dan zona ekonomi eksklusif maritim.

Upaya meningkatkan kemampuan angkatan lautnya sebagai fokus pembangunan pertahanan negara, Indonesia pun menandatangani kontrak pengadaan kapal kali ini.

Situs berita China 81 juga menyoroti langkah Indonesia yang memiliki ambisi menjadi “Poros Maritim Global”.

Dalam tulisannya, situs negara adidaya menyebut, Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mendukung pembelian senjata dan peralatan dari negara-negara Barat dan mendorong modernisasi Angkatan Laut Indonesia.

Pembelian ini dianggap sebagai langkah penting bagi Indonesia untuk mengelola kepentingan maritimnya. Terutama dalam mempromosikan pembangunan posisi strategis “Global Ocean Fulcrum”.

Indonesia merupakan negara yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta menghubungkan Asia dan Oseania melintasi garis khatulistiwa dari utara ke selatan.

Pada tahun 2014, Indonesia mengusulkan konsep “Poros Maritim Global” dan meminta pembentukan kekuatan angkatan laut yang sesuai dengan konsep tersebut.

Untuk itu, TNI Angkatan Laut berencana membentuk armada angkatan laut yang terdiri dari 274 kapal, 10 skuadron tempur dan 12 kapal selam diesel listrik baru.

Pembelian ini akan meningkatkan kemampuan tempur komprehensif kapal-kapal besar TNI Angkatan Laut.

Mempromosikan pengembangan industri pertahanan lokal.

Selain membeli kapal asing dalam skala besar, Indonesia juga fokus pada pengenalan teknologi untuk mendorong perkembangan industri pembuatan kapal lokal.

Misalnya, tiga fregat kelas Bergamini yang dibeli dari Italia dipindahkan ke galangan kapal Indonesia untuk dibangun.

Kemudian fregat Arrowhead-140 yang dibeli dari Inggris juga dibangun di Galangan Kapal Surabaya di Indonesia pada Agustus 2023.

Kedua kapal baru yang dibeli kali ini juga memiliki syarat transfer teknologi, dalam hal ini pihak Italian Fincantieri Group yang bertanggung jawab atas pembangunannya.

Italian Fincantieri Group juga menyatakan akan berupaya membangun kemitraan strategis dan mendorong kerja sama yang mendalam antar kedua negara di bidang industri dan teknologi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia secara aktif mendorong modernisasi angkatan laut, namun karena faktor praktis, masih banyak permasalahan yang perlu segera diselesaikan.

Di satu sisi, sumber pengadaan peralatan terlalu beragam.
Kapal permukaan saja mencakup model dari Belanda, Inggris, Italia, dan negara-negara lain, sehingga pemeliharaannya cukup sulit dan mahal.
Di sisi lain, kemampuan teknisnya terbatas.

Pada tahun 2016, Indonesia mengusulkan pembentukan industri pertahanan yang kuat dan mandiri dalam 10 tahun ke depan.

Namun, saat ini industri pertahanannya masih sulit memenuhi kebutuhan angkatan laut dalam pembangunan kapal baru oleh galangan lokal, sehingga dapat mempengaruhi perkembangan angkatan laut di masa depan.(sumber zonajakarta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *