Balikpapan, NPC – Banjir dengan ketinggian sampai seatap rumah, melanda kabupaten termuda di Kaltim, Mahakam Ulu (Mahulu). Banjir yang mulai terjadi sejak Senin (3/5/24) pagi mulai pukul 8.30 Wita, tak disangka makin meninggi hingga nyaris menenggelamkan rumah-rumah warga di Mahulu. Pantauan Basarnas Balikpapan, saat ini banjir mulai turun ke Long Iram, diperkirakan tiga hari lagi banjir akan menggenangi Samarinda sebagai kawasan hilir. Terlebih geografi Samarinda yang memang lebih rendah dari sungai bila air pasang naik.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kelas A Balikpapan, Dody Setiawan dalam rilisnya menyampaikan, banjir tinggi melanda lima kecamatan di Mahulu. Kecamatan terdampak banjir Mahulu itu yakni Long Bagun, Long Hubung, Laham, Long Pahangai dan Long Apari.

“Ada 35 kampung di lima kecamatan yang terdampak banjir. Tapi kami belum menerima laporan korban jiwa dalam kejadian ini,” terang Dody.
Lokasi kejadian peristiwa di 0°45’1.65″N 115°11’20.04″E ini, berjarak 337 Km dari Kantor SAR Balikpapan. Tim Rescue Basarnas Kelas A Balikpapan yang dikerahkan, memerlukan waktu menuju lokasi antara 12-15 jam sejak keberangkatan Kamis (16/5/24) sore.
Dody menjelaskan, banjir di Mahulu dilaporkan terjadi sejak Senin (13/5/24), sebelum air naik dan menggenangi sebagian besar wilayah Mahulu. Hujan terus menerus di ulu Mahakam, kendati dalam volume ringan, akhirnya membuat banjir meninggi hingga menenggelamkan rumah-rumah warga berikut isinya juga kendaraan bermotor.

“Banjir ini merupakan limpahan arus deras dari ulu Sungai Mahakam di aliran yang bersumber dari aliran Sungai Long Apari di Mahulu dan Sungai Boh di Malinau,” imbuh Dody.
Diungkapkan Dody, banjir tersebut baru dilaporkan serius oleh BPBD Mahulu Kamis (16/5/24), setelah mencapai ketinggian seatap rumah warga. BPBD Mahulu meminta bantuan Basarnas Kelas A Balikpapan untuk mensuport tim rescue, sebagai antisipasi dampak yang tidak diinginkan.
Tim Rescue Basarnas Balikpapan dan Pos SAR Samarinda yang menuju lokasi, juga melibatkan unsur BPBD se- Kaltim.
Kampung terdampak banjir Mahulu ini, dipaparkan sebagai berikut.
Kampung di Kecamatan Long Bagun yang terkena banjir yakni Long Bagun ilir, Batoq Kelo, Long Bagun Ulu, Ujoh Bilang, Rukun Damai, Batu Majang, Long Hurai, Memahak Besar, Memahak Teboq, Memahak Ulu, Batoq Kelo, Long Merah dan Kampung Long Melaham.
Kampung di Kecamatan Long Hubung yang terkena banjir terdiri Datah Bilang Baru,Datah Bilang Ulu, Datah Bilang Ilir, Mamahak Teboq, Matalibaq, Long Hubung, Lutan dan Kampung Sirau.
Kampung di Kecamatan Long Pahangai yang terkena banjir antara lain, Long Lunuk, Long Lunuk baru, Long Pahangai I, Irung Ubing, Naha Aruq, Long Isun, Long Pahangai, Long Pahangai II, Long Tuyoq dan kampung Liu Mulang.
Kecamatan Long Apari juga tak luput dari dampak banjir. Enam kampung di wilayah ini ikut terendam banyu coklat. Kampung terdampak banjir itu yakni Long Apari, Tiong Ohang, Noha Tifab, Long Kerioq, Long Penaneh I dan Long Penaneh II.
Di Kecamatan Laham, banjir seperti air lewat. Sehingga relatif tidak ada kampung di Laham yang didera banjir tinggi hingga nyaris tenggelam.
Seorang warga di sekitar Mahulu, Gofhur menyebut, banjir Mahulu kali ini terbilang besar. Peristiwa tahunan ini, selain akibat curah atau intensitas hujan yang tinggi, diperparah kondisi geografis, menyebabkan banjir akan turun ke daerah sekitar Mahulu, mulai dari Long Iram sampai ke Samarinda, ibukota Kaltim.
“Saat ini air sudah turun ke Long Iram. Kurang lebih tiga hari lagi, limpahan air ini akan sampai Samarinda. Setiap tahun peristiwanya begini,” pungkas Ghofur. (riz)
Editor : Luk

