Tim Basarnas saat tiba di Mahulu, Jumat (17/5/24). (ft by sar)
Balikpapan, NPC – Banjir Mahulu dengan ketinggian rata-rata lebih satu meter bahkan ada yang hampir mencapai atap rumah, akhirnya menelan korban jiwa, Jumat (17/5/24) pagi sekira pukul 07.30 Wita, seorang warga Kampung Sebenaq bernama Miyono (50), mendadak lemas ketika hendak menyeberangi genangan air di depan Kantor BPBD Mahulu.
Awalnya Miyono bersama seorang temannya, saat kejadian hendak menyeberang menggunakan jerigen plastik putih 20 liter sebagai pelampung. Sepertinya arus air di bawah cukup kencang, di tengah jalan Miyono mendadak kelelahan dan lemas hingga jerigen yang dipagangnya terlepas. Melihat keadaan Miyono demikian, temannya spontan berteriak-teriak minta tolong. Kejadian tepat di depan kantor BPBD Mahulu itu langsung mendapat perhatian warga sekitar yang banyak lalu lalang dengan perahu di sekitar TKP.

Miyono segera dilarikan ke Puskesmas Ujoh Bilang yang terdekat dari TKP. Namun takdir berkata lain. Setibanya di puskesmas, Miyono dinyatakan sudah meninggal dunia oleh pihak medis.
Dari tuturan teman korban, sehari-hari Miyono diketahui sebagai pekerja di Warung PHP di Sebenaq, Long Bagun.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, banjir di Mahulu mulai naik sejak Senin (13/5/24) lalu. Makin hari air bukan surut makin bertambah tinggi. Hingga akhirnya Kamis (16/5/24) BPBD Mahulu menghubungi Basarnas Kelas A Balikpapan untuk back up Tim Rescue dan medis, lantaran ketinggian air mencapai hampir seatap rumah warga. Akibat kejadian ini ribuan warga terdampak sementara mengungsi ke tempat yang aman. (riz)
Editor : Luk

