Anak Enam Tahun Dilaporkan Tenggelam di Perairan Borneo Bay Balikpapan

Perairan Borneo Bay diduga lokasi hilangnya bocah enam tahun.

Balikpapan, NPC – Seorang anak umur enam tahun dilaporkan tenggelam di perairan Borneo Bay Balikpapan. Laporan itu disampaikan keluarga korban yang mengatakan, anak mereka awalnya bermain di teras rumah, mendadak hilang diduga bermain di sekitar perairan tak jauh belakang rumah mereka.

Laporan pada Senin (11/5/25) itu segera ditindaklanjuti Tim SAR Gabungan dengan upaya pencarian terhadap korban, Izmael Abraham (6 tahun), di sekitar rumah pelapor dan sekitarnya kawasan perairan Borneo Bay.

Korban dilaporkan hilang pada Minggu malam, 11 Mei 2025 sekitar pukul 19.00 Wita saat bermain bersama keluarganya di teras apartemen. Tanpa disadari, korban tiba-tiba menghilang dari pantauan dan diduga mengarah ke wilayah perairan di belakang bangunan.

Laporan resmi diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan melalui BPBD Kota Balikpapan pada Senin, 12 Mei 2025 pukul 18.20 Wita. Tim Rescue KPP Balikpapan segera bergerak ke lokasi pukul 18.40 Wita dan tiba sekitar pukul 19.10 Wita. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan unsur potensi SAR yang terlibat.

Pencarian Hari Pertama (H.1)

Penyisiran dilakukan menggunakan dua rubber boat dari Basarnas dan BPBD, dengan jangkauan 800 meter ke arah timur dan barat dari lokasi dugaan kejadian. Operasi dihentikan sementara pada pukul 23.30 Wita dengan hasil masih nihil.

Pencarian dilanjutkan Selasa pagi, 13 Mei 2025 pukul 07.00 Wita dengan perluasan area hingga 2 nautical mile persegi. Tim SAR Gabungan dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) :

SRU 1: Rubber Boat Basarnas – melakukan penyisiran di wilayah timur laut.

SRU 2: Rubber Boat BPBD Kota Balikpapan – menyisir area barat daya.

SRU 3: Tim darat – menyisir area parkiran baru yang belum digunakan.

SRU 4: Tim darat – melakukan pencarian di sepanjang turap di sisi belakang apartemen.

Selain pencarian langsung, pemantauan rekaman CCTV juga terus dilakukan untuk melacak keberadaan terakhir korban sebelum hilang.

Komandan Regu (Danru) Tim SAR Gabungan, Iwan Agus, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada.

“Kami dari Tim SAR Gabungan terus berupaya semaksimal mungkin. Pembagian tim menjadi empat SRU bertujuan memperluas jangkauan pencarian, baik di laut maupun di darat. Kendala utama adalah tidak adanya saksi mata dan belum jelasnya titik jatuh korban. Namun kami tetap optimis. Pemantauan CCTV juga terus kami lakukan untuk mempersempit area pencarian,” jelas Iwan.

Cuaca di lokasi relatif mendukung meski berawan. Tantangan terbesar yang dihadapi adalah tidak adanya saksi mata dan ketidakpastian lokasi jatuhnya korban.

Operasi pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Seluruh unsur yang terlibat menunjukkan komitmen penuh dalam upaya kemanusiaan ini. (rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *